Minggu, 06 November 2011

RPP Model NHT Materi Gerak Lurus

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan        :    SMP
Mata Pelajaran               :    Fisika
Kelas/Semester              :    VII/II
Alokasi Waktu                :    1 x 35

STANDAR KOMPETENSI     
Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan.


KOMPETENSI DASAR
Menganalisis data percobaan gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan  serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

A.   Indikator                        
ü  Kognitif
a.    Produk 
1.       Menjelaskan definisi benda yang bergerak
2.       Membedakan konsep jarak dan perpindahan
3.       Membedakan konsep kelajuan dan kecepatan
4.       Memahami konsep GLB dan GLBB
b.   Proses
1.      Mendeskripsikan dan mempresentasikan konsep benda yang bergerak
2.      Mendemonstrasikan konsep jarak dan perpindahan
3.      Menggunakan konsep jarak dan perpindahan untuk membedakan konsep kelajuan dan kecepatan
4.      Mengidentifikasi benda yang bergerak dengan kecepatan tetap dan benda yang bergerak dengan kecepatan berubah-ubah




ü  Afektif

a.    Karakter:
Berpikir kreatif, kritis, dan logis; bekerja teliti, jujur, dan bertang­gung­­­­jawab;  serta berperilaku santun
b.   Keterampilan Sosial:
Bekerja sama, menyampaikan pendapat, menjadi pendengar yang baik, dan menanggapi pendapat orang lain

B.   Tujuan Pembelajaran
a.    Produk
1.   Diberikan beberapa konsep benda yang bergerak, siswa dapat menginter­­pretasi konsep gerak yang benar yang dialami benda.
2.   Siswa dapat menjelaskan konsep-konsep gerak benda
3.   Siswa dapat mendeskripsikan perbedaan jarak dan perpindahan benda
4.   Siswa dapat mendeskripsikan perbedaan konsep kelajuan dan kecepatan
5.   Siswa dapat mengaplikasikan konsep GLB dan GLBB dalam kehidupan sehari-hari

b.   Proses
1.   Disediakan stimulus berupa contoh benda yang bergerak sehingga siswa dapat menjelaskan konsep benda yang bergerak.
2.   Melalui diskusi kelompok, siswa dapat menjelaskan konsep benda yang bergerak, benda yang berpindah, jarak yang ditempuh benda yang bergerak, konsep benda yang bergerak lurus dengan kecepatan yang tetap dan percepatan yang tetap.
3.   Dengan diskusi kelompok dan fasilitas dari guru, siswa dapat menyimpulkan dengan benar konsep dari materi yang diberikan secara menyeluruh dan terintegrasi.



c.    Afektif
1.   Terlibat aktif dalam pembelajaran dan menunjukkan karakter berpikir kreatif, kritis, dan logis; bekerja teliti, jujur, dan berperilaku santun
2.   Bekerjasama dalam kegiatan praktik dan aktif menyampaikan pendapat, menjadi pendengar yang baik, dan menanggapi pendapat orang lain dalam diskusi

d.   Psikomotorik
1.   Mampu berkomunikasi dengan baik dalam kegiatan diskusi dan presentasi

C.   Materi Pembelajaran     :  Gerak Lurus

D.  Metode Pembelajaran
ü  Pengarahan dari guru
ü  Diskusi kelompok (berbasis masalah)
ü  Pemberian Tes (dalam bentuk kuis)

E.   Model Pembelajaran
Kooperatif Tipe NHT (Numbered Heads Together)

F.   Sumber Belajar
a.    Buku Siswa untuk SMP Kelas VII
b.   Internet
c.    Lingkungan Sekitar

G.  Alat/Bahan
1.  In Focus (LCD)










H.  Kegiatan Belajar Mengajar
Pertemuan I x 35 menit
No
Aktivitas Pembelajaran
Penilaian
1
2
3
4
a
Pendahuluan (5 menit)


1
Motivasi dan Apersepsi:
- Bagaimana itu benda yang bergerak?
- Apakah hubungan benda yang berpindah dan benda yang bergerak?




2
Prasyarat pengetahuan:
Bagaimana cara menentukan kecepatan suatu benda yang bergerak?
Apa itu percepatan?








b
Kegiatan Inti (20 menit)


1
Guru memberikan kuis tentang jarak dan perpindahan.




2
Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 4-5 orang dan setiap kelompok diberi nama kelompok oleh guru.




3
Guru membagikan permasalahan yang berbeda kepada setiap kelompok yang mencakup keseluruhan materi yang akan dibahas dalam pertemuan ini.




4
Kemudian setiap kelompok diminta mendiskusikan solusi dari permasalahan tersebut dalam waktu 5 menit.




5
Setelah waktu berdiskusi habis, guru meminta setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka tentang permasalahan yang diberikan.




6
Guru memberikan penilaian dan tanggapan terhadap jawaban setiap anggota kelompok.




7
Guru memberikan penguatan pada konsep-konsep yang sudah benar, dan meluruskan pendapat atau jawaban-jawaban siswa yang belum benar.




9
Guru memberikan pengharagaan kepada kelompok yang berhasil memberikan jawaban yang tepat terhadap permasalahan yang telah diberikan.








c
Penutup (10 menit)


1
Setiap kelompok diwakili 1 orang siswa diminta menyimpulkan keseluruhan materi yang dibahas.




2
Guru bersama-sama siswa menyimpulkan materi yang dibahas dengan tepat.













I.     Penilaian
Teknik    :    Penilaian Produk
                   Penilaian Kinerja
                   Penilaian Afektif

Rabu, 02 November 2011

TEORI KEMUNGKINAN (PROBABILITAS)


Teori Probabilitas (Teori Kemunkinan)
Probabilitas yang kadang muncul di sini bukanlah berasal dari postulat dan hanya menggambarkan ketidak-tahuan pengamat. Probabilitas klasik bersifat dapat direduksi (pengurangan). Jika kita melempar dadu dan mengatakan bahwa keluarnya nilai tertentu dari mata dadu bersifat probabilistik, maka itu adalah karena kita tidak ingin membahas dinamika gerakan dadu itu dengan lebih rinci. Jika kita mempunyai waktu dan sarana komputasi yang cukup, maka probabilitas dalam pelemparan dadu itu akan dapat dihilangkan.
     Teori Kuantum bersifat non-determininistik. Probabilitas masuk lewat postulat dan melibatkan pengamat. Salah satu postulat menyatakan bahwa sebuah sistem kuantum yang berada dalam keadaan tertentu akan meloncat menuju ke salah satu keadaan-eigen secara probabilistik dan hal ini terjadi atas aksi pengamat terhadap sistem. Pengamat tidak bisa dipisahkan dari sistem. Pengamat tidak mungkin lagi mendapatkan informasi tentang keadaan sistem tanpa pengamat. Keadaan sistem tanpa pengamat tidak mempunyai arti dalam Teori Kuantum.
     Probabilitas dalam Kuantum bersifat fundamental dan tidak bisa direduksi. Perlu dicatat di sini bahwa ada beberapa interpretasi dalam Teori Kuantum. Relativitas seperti halnya teori-teori klasik lainnya tidak mempunyai masalah dalam interpretasi. Relativitas disebut sebagai bagian dari Fisika Modern hanya karena munculnya adalah pada abad 20, sedangkan pada hakikatnya dia adalah teori klasik.
     [1]Arti dari fungsi gelombang ψ(x) belum seluruhnya jelas dan bahwa pokok permasalahan ini telah menjadi bahan perdebatan seru dalam banyak pustaka fisika selama lima dasawarsa yang lewat. Fungsi ψ(x) menyatakan fungsi gelombang dalam pengertian yang lumrah bagi kita artinya, ia memiliki panjang gelombang dan kecepatan fasenya yang jelas. Delimanya ketika kita hendak menafsirkan amplitudonya. Apakah yang dinyatakan oleh amplitudo ψ(x), dan variabel fisika apakah yang bergetar ? sudah tentu bukanlah perpindahan, seperti pada gelombang air atau senar piano, atau juga bukan gelombang tekanan seperti pada gelombang bunyi . jelas, ia merupakan suatu jenis gelombang yang berbeda , yang nilai mutlaknya memberikan probabilitas untuk menemukan partikelnya pada suatu titik tertentu. Secara lebih tepat, |ψ|2 dx memberikan probabilitas untuk menemukan partikel dalam selang infinitesimal dx di x (yakni antara x dan x + dx ). Dalam satu dimensi perbedaan antara menemukan partikel dalam selang dx di x mungkin tidak begitu penting , tetapi bila kita meninjau persoalan dua dan tiga dimensi maka perbedaanya menjadi menonjol. Sebuah partikel tunggal dalam ruang tidak memiliki dimensi fisika, karena dimensi sebuah titik adalah nol (0), maka probabilitas untuk menemukan partikel disebuah titik adalah selalu nol, tetapi untuk selang dx, probabilitasnya tidak nol. Jika kita mendefinisikan P(x) sebagai rapat probabilitas (probabilitas sebagai satuan panjang dalam ruang satu dimensi), maka tafsiran ψ(x) menurut resep schroedinger adalah
P(x) dx = |ψ(x)|2 dx
Tafsiran |ψ|2 ini membantu kita untuk memahami persyaratan kontinu ψ(x), kita tidak menghendaki probabilitasnya. Tafsiran kita terhadap ψ(x) ini memungkinkan kita untuk melengkapkan resep schroedinger dan mengilustrasikan bagaimana menggunakan fungsi gelombang untuk menghitung besaran-besaran yang dapat kita ukur dalam laboratorium. Probabilitas untuk menemukan partikel antara x1 dan x2 , yang tentu saja adalah suatu integral :
Probabilitas untuk menemukan partikel antara x1 dan x2 :


[1] Kenneth Krane, Fisika Modern (Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press), 2006 ), pp.179-180